Monday, August 29, 2016

Madeleine Wickham (Sophie Kinsella): Sleeping Arrangements

  Judul: Sleeping Arrangements

Genre: Chick Literature
Pengarang: Madeleine Wickham (Sophie Kinsella)
Penerbit Hak Cipta: Transworld Publishers
Penerbit Terjemahan: -
Penerjemah: -
Penyunting: -
Tahun Penerbitan Hak Cipta: 2001
Tahun Penerbitan Terjemahan:-
Halaman:304
Ukuran Buku: 13 x 20 cm
ISBN: 978-0-552-77675-2

Rating: 3 (bagus, cukup menghibur)

"There are far more coincidences in this world than conspiracies"
"You couldn't escape real life, even on holiday"

Sinopsis:


Chloe needs a holiday. She's sick of making wedding dresses and her partner is having trouble at work. Her wealthy friend Gerard has offered the loan of his luxury villa in Spain - perfect.

Hugh is not a happy man. His immaculate wife seems more interested in the granite for the new kitchen than in him, and he works so hard to pay for it all, he barely has time to see their childern. But his old schoolfriend Gerard has lent them a luxury villa in Spain - perfect.

Both families arrive at the via and get a shock: Gerard has double-booked. An uneasy week of sharing begins, and tensions soon mount in the soaring heat. But there's also a secret history between the families - and as tempers fray, an old passions begins to resurface...

Reviu:


Baru tahu kalau Sophie Kinsella itu bukan nama asli. Adalah Madeleine Wickham yang banyak menghasilkan karya lucu tentang kehidupan urban yang kompleks. Sebenarnya sudah ada versi terjemahan dari Sleeping Arrangement, namun saya berkesempatan untuk membaca versi terbitan London terlebih dahulu. Seperti biasa, Sophie Kinsella (atau Madeleine Wickham?) mampu meramu cerita yang memikat.

Alur Sleeping Arrangement dibangun dengan tempo yang lambat, namun sama sekali tidak membuat bosan. Saya dibuat penasaran dengan apa yang akan terjadi dan bagaimana akhir cerita nanti, dan saya pun tidak berusaha menebak-nebak. Hanya menikmati kalimat demi kalimat, menutup halaman sejenak, mencerna makna yang disampaikan. Seperti Chloe yang bergelut dengan pikirannya, she had sat, heart thumping, mentally composing arguments, lifting her head at every sound of footstep. Sungguh, Madeleine Wickham sangat berbeda dari Sophie Kinsella, lebih serius dan membumi. Kalau saya bilang, Wickham menyuguhkan genre chick literature yang lebih dewasa. Sebut saja dalam pemilihan beberapa kalimat yang membuat kita berpikir bahwa, ya, itu memang terjadi dalam kehidupan kita, 'People always have more interesting lives than you'd think, every family has something crazy going on in it, a secret, or a feud, or some huge problem'. Dan juga fakta bahwa karakter yang ditampilkan Wickham mempunyai sifat-sifat nyata manusia. No one's too good to be an angel, and too bad to be a demon.


Tentang Penulis:


Sophie Kinsella dikenal sebagai pengarang tenar serial novel Shopaholic. Namun tidak banyak yang tahu bahwa debut menulisnya bukanlah pada serial ini. Dia telah banyak menulis beberapa novel dengan menggunakan nama aslinya, Madeleine Wickham. Selain menulis, Wickham adalah pianis berbakat dan pernah menjalani profesi sebagai wartawan finansial. 
 

Bibliography:


The Tennis Party, 1995 (MW)
A Desirable Residence, 1996 (MW)
Swimmingpool Sunday, 1997 (MW) 
The Gatecrasher, 1998 (MW)
The Wedding Girl, 1999 (MW)
Cocktail For Three, 2000 (MW)
Sleeping Arrangements, 2001 (MW)
The Secret Dreamworld of a Sophaholic, 2000 (SK) 
Shopaholic Abroad, 2001 (SK) 
Shopaholic Ties The Knot, 2002 (SK) 
Can You Keep a Secret?, 2004 (SK)
Shopaholic and Sister, 2004 (SK)
The Undomestic Goddess, 2006 (SK)
Shopaholic and Baby, 2007 (SK)
Remember Me?, 2008 (SK) 
Twenties Girl, 2009 (SK)
Mini Shopaholic, 2010 (SK)
I've Got Your Number, 2012 (SK)
Wedding Night, 2013 (SK)
Shopaholic on Honeymoon, 2014 (SK)
Shopaholic To The Stars, 2014 (SK)
Shopaholic To The Rescue, 2015 (SK)
Finding Audrey, 2015 (SK)
 


Dapatkan penawaran menarik untuk Sleeping Arrangements (Indonesian version) di sini

Wednesday, August 10, 2016

Mary Higgins Clark: Nighttime Is My Time (Malam Saatnya Aku Beraksi)

www.bukabuku.com/browses/product/9789792232196/malam-saatnya-aku-beraksi--nighttime-is-my-time.html?a=666850f80224b5af1bcf70f45f8c449e

 

Judul: Nighttime Is My time (Malam Saatnya Aku Beraksi)

Genre: Thriller Detective
Pengarang: Mary Higgins Clark
Penerbit Hak Cipta: -
Penerbit Terjemahan: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Penerjemah: Widya Kirana
Penyunting: -
Tahun Penerbitan Hak Cipta: 2003
Tahun Penerbitan Terjemahan: 2007
Halaman:488
Ukuran Buku: 11 x 18 cm
ISBN: 978-979-22-3219-6

Rating: 3 (bagus, cukup menghibur)

"I am The Owl. Akulah Si Burung Hantu"

Sinopsis:


Jean Sheridan, dekan perguruan tinggi dan ahli sejarah yang disegani, berangkat ke kota kelahirannya. Cornwall-on-Hudson, New York, untuk menghadiri reuni setelah dua puluh tahun lulus dari Stonecroft Academy, tempat dia akan diberi penghargaan bersama enam kawan sekelasnya. Tetapi, ada yang tidak beres: salah satu wanita di dalam kelompok yang akan diberi penghargaan, Alison Kendall, agen Hollywod yang cantik dan berkuasa, meninggal hanya beberapa hari sebelum acara itu, tenggelam di kolam renangnya ketika sedang berenang pagi-pagi--dia wanita kelima di kelasnya yang hidupnya tiba-tiba berakhir secara misterius.

Hal lain yang membuat Jean merasa tidak enak adalah faks anonim yang baru saja diterimanya, yang menyebut-nyebut putriny, Lily, anak yang direlaknnya untuk diadopsi dua puluh tahun lalu, buah cinta kasihnya dengan kadet West Point yang terbunuh seminggu sebelum diwisuda. Jean selalu merahasiakan eksistensi putrinya, jadi... siapa yang mengetahui rahasianya itu? Dan mengapa sekarang itu menjadi ancaman baginya? Berusaha menyembunyikan rasa takutnya, Jean tiba di hotel tempat reuni itu diselenggarakan dan bertemu dengan teman-teman lamanya.

Dalam jamuan makan malam sekaligus pemberian penghargaan, Jean diperkenalkan kepada Sam Deegan, detektif yang bertahun-tahun terobsesi oleh pembunuhan tak terungkap atas seorang gadis di Corwall. Detektif itu mungkin mempunyai kunci identitas pembunuh siswi-siswi Stonecroft dan sumber ancaman anonim terhadap putrinya. Jean tidak mengira bahwa di antara teman-temannya yang terhormat itu, ada pembunuh yang hampir menyelesaikan rencana balas dendamnya terhadap siswi-siswi Stonecroft yang dulu menghina dan mengejeknya...dan Jean adalah sasarannya yang terakhir.

Reviu:


Tegang. Ini kali pertama saya membaca karya Mary Higgins Clark meski telah sering mendengar namanya. Dan ternyata tidak mengecewakan.

Dalam Nighttime is My Time, Mary Higgins Clark piawai merangkai jalinan cerita yang mengundang rasa ingin tahu pembaca. Chapter per chapter selalu meninggalkan pertanyaan yang jika saya tidak segera melanjutkan bisa-bisa mati penasaran! Namun, tiada gading yang tak retak ^o^ , selalu ada ketidaksempurnaan dalam setiap karya, apalagi karya literatur fiksi yang kualitasnya banyak dipengaruhi oleh selera dan persepsi pembacanya. Ada beberapa kejadian yang tidak berkorelasi, dan beberapa kejutan yang tidak perlu. Di akhir cerita, meskipun endingnya masuk akal, jadi agak bertanya-tanya: apa ya maksud scene ini? Tapi ini tidak mengurangi hasrat saya untuk kembali hunting novel Mary Higins Clark yang lain. 


Tentang Penulis:


Mary Higgins Clark adalah pengarang best seller untuk novel suspense dan thriller yang lahir di Bronx pada 24 Desember 1927. Novel suspense thrillernya yang pertama, Where Are The Childern? menjadi tenar dalam waktu singkat. Clark dinobatkan menjadi Presiden Mystery Writers of America, Chairman of The International Crime Congress, dan namanya jadi inspirasi pemberian penghargaan The Mystery Writers of America's Mary Higgins Clark Award.  

Bibliography:


1968 Aspire to the Heavens
1975 Where Are The Children?
1977 A Stranger is Watching
1980 The Cradle Will Fall
1982 A Cry in the Night
1984 Stillwatch
1987 Weep No More, My Lady
1989 While My Pretty One Sleeps
1989 The Anastasia Syndrome and Other Stories
1991 Loves Music, Loves to Dance
1992 All Around the Town
1993 I'll Be Seeing You
1993 Death on the Cape and Other Stories
1994 Remember Me
1994 The Lottery Winner and Other Stories
1995 Let Me Call You Sweetheart
1995 Silent Night
1996 Moonlight Becomes You

2003 Nighttime is My Time

Dapatkan penawaran menarik untuk Nighttime Is My Time di sini 

Tuesday, June 28, 2016

Karen Rose: Silent Scream (Perangkap Kebencian)

 

Judul: Silent Scream (Perangkap Kebencian)

Genre: Romantic Suspense
Pengarang: Karen Rose
Penerbit Hak Cipta: Grand Central Publishing, New York
Penerbit Terjemahan: Dastan Books, Jakarta
Penerjemah: R. Tantie Kustiantie
Penyunting: Dimas Uki Gemawan
Tahun Penerbitan Hak Cipta: 2010
Tahun Penerbitan Terjemahan: 2011
Halaman:588
Ukuran Buku: 12,5 x 19 cm
ISBN: 978-602-9267-17-4

Rating: 3 (bagus, cukup menghibur)

"Dan aku menginginkanmu lebih dari keinginanku untuk bernafas"

Sinopsis:


Seorang gadis remaja tewas terperangkap di dalam sebuah kondominium yang terbakar. Seorang petugas keamanan juga tewas tertembak di luar bangunan tersebut. Detektif Olivia Shutherland yang belum pulih dari trauma yang dialaminya karena kasus sebelumnya, ditugaskan untuk mengusut pembunuhan tersebut. Keadaan bertambah buruk bagi Olivia karena ia harus bekerja sama dengan pria yang pernah melukai hatinya dua setengah tahun yang lalu. 

David Hunter pindah ke Minneapolis, kota tempat tinggal Olivia, untuk menjalin kembali hubungan dengan teman lamanya. Ia juga ingin kembali menjalin hubungan dengan Olivia, karena ingin mendapatkan jawaban mengapa Olivia meninggalkannya tanpa kata-kata. 

Bekerja bersama-sama dalam kasus pembakaran tersebut membuat Olivia dan David mulai saling terbuka. Selama ini Olivia berusaha tidak memikirkan tentang David. Olivia mengakui bahwa ia masih melihat David sebagai pria yang menarik. Sementara David rela melakukan apa pun asal Olivia mau memberinya kesempatan sekali lagi. Namun, saat hubungan mereka mulai pulih, bahaya mengancam orang-orang terdekat mereka. Sanggupkah David dan Olivia mengesampingkan persoalan mereka untuk menyelamatkan nyawa orang-orang yang tidak berdosa? Mampukah mereka mempercayai satu sama lain saat nyawa mereka menjadi taruhannya?  

Reviu:


Setiap membaca karya Karen Rose, sang ratu romantic suspense, muncul campuran perasaan tegang dan rileks sekaligus. Tegang karena suspensenya, dan rileks karena romanticnya. Cerita detektif yang dibangun penuh dengan kejutan kecil yang menghibur. Sedangkan romansa yang dikemas hampir mirip dengan gaya roman Catherine Anderson. Sebagai bonus, hampir semua novel Karen Rose mempunyai tokoh yang saling berhubungan, lagi-lagi mirip dengan gaya Harlan Cohen. Meski "mirip-mirip", ketiganya mempunyai ciri khas yang menguatkan masing-masing sebagai novelis handal. 

Plot Silent Scream bukan jenis jalan cerita novel detektif kacangan. Memang tidak ada misteri yang disembunyikan, kejutannya pun bukan kejutan drastis yang mengubah sudut pandang saya, tetapi ada sesuatu dalam jalan ceritanya yang mengasyikkan. Saya tidak diajak terburu-buru untuk membaca, saya bisa menikmati setiap kata, saya bisa membayangkan setiap adegan. Apalagi adegan percintaan antara Olivia dan David. Romantis tetapi tidak klise. Tidak sabar membaca novel keren Karen Rose yang lain.


Tentang Penulis:


Karen Rose adalah mantan guru kimia dan fisika di SMA. Ia mendapatkan gelar sarjana teknik kimia dari Univeritas Maryland. Novel ketiganya, I'm Wathing You, menerima penghargaan RITA untuk kategori Best Romantic Suspense tahun 2005. Di tahun yang sama, novel keduanya, Have You Seen Her?, juga menjadi salah satu finalis. Novel keempatnya, Nothing To Fear, menjadi finalis RITA di tahun 2006 dan dinominasikan sebagai Best Suspense oleh Romantic Times Magazine dan Best Fiction oleh SIBA Book Award. Karen kini tinggal di Florida bersama suaminya dan anak mereka. Ketika sedang tidak menulis, ia gemar melakukan travelling, karate, dan bermain ski. 

Bibliography:


I'm Watching You
Have You Seen Her
Nothing To Fear
Don't Tell
You Can't Hide
Count To Ten
Silent Scream; (Perangkap Kebencian; 2010
Kill For Me (Daniel Varnatian Series)
Die For Me (Daniel Varnatian Series)
Scream For Me (Daniel Varnatian Series)



Friday, June 17, 2016

Luis Miguel Rocha: The Last Pope (Paus Terakhir)

 

Judul: The Last Pope (Paus Terakhir)

Genre: Fiksi Sejarah
Pengarang: Luis Miguel Rocha
Penerbit Hak Cipta: -
Penerbit Terjemahan: PT. Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penyunting: -
Tahun Penerbitan Hak Cipta: 2006
Tahun Penerbitan Terjemahan: 2011
Halaman:352
Ukuran Buku: 13 x 20 cm
ISBN: 978-979-22-7275-8

Rating: 3 (bagus, cukup menghibur)

"Semoga Tuhan mengampuni Anda atas apa yang telah Anda lakukan kepada saya (Albino Luciani kepada para kardinal yang memilihnya sebagai Paus pada tanggal 26 Agustus 1978"

Sinopsis:


Vatikan, 1978: Pada tanggal 29 September, dunia dikejutkan kematian mendadak Paus Yohanes Paulus I, yang baru ditasbihkan 33 hari sebelumnya. Pengumuman resmi Vatikan: Bapa Suci wafat karena sebab-sebab yang tak diketahui, "kemungkinan bekaitan dengan serangan jantung". Jasad Paus dibalsem sebelum kurun waktu 24 jam usai, mencegah kemungkinan untuk autopsi.

London, 2006: Jurnalis Sarah Monteiro kembali dari liburan dan menemukan amplop misterius di kotak posnya. Di dalamnya terdapat daftar nama dan pesan bersandi. Pada mulanya Sarah hanya kebingungan, tapi saat penyusup mendobrak masuk rumahnya, dia tahu daftar itu dapat mengancam nyawanya.

Tersedot ke dalam pusaran penuh tipuan, Sarah menyadari isi amplop itu adalah kunci yang dapat mengungkap korupsi yang tak pernah terbayangkan--plot yang menghancurkan bukan hanya penjahat licik dan politisi busuk, melainkan juga para pejabat Gereja, dan bahkan mungkin keluarganya sendiri. Amplop tersebut memunculkan pertanyaan: Apa yang sebenarnya terjadi selama masa jabatan Yohanes Paulus I yang amat singkat? Rencana apa yang digagalkan pada malam bulan September 1978 itu? Siapa yang mendapat keuntungan atas kematian Paus?  

Reviu:


Saya adalah penggemar berat fiksi sejarah. Apalagi jika sejarah itu melibatkan bangunan ikonik atau karya seni lukisan kaliber dunia, misalnya kisah The Girl With The Pearl Earings-nya Tracy Chevalier yang berlatar belakang lukisan terkenal milik Johannes Vermeer. Perasaan ini juga yang saya alami ketika membaca The Last Pope.  Luis Miguel Rocha dengan cerdas meramu fakta sejarah dengan kisah fiksi yang memikat. 

Dengan alur yang melompat-lompat antara kurun waktu akhir 1970-an sampai dengan 2006, Luis Miguel Rocha mampu membangun rasa penasaran dan merangsang otak saya untuk terus berpikir sampai akhir novel. Bagi penggemar teori konspirasi, penggabungan antara fakta dan fiksi bagaikan cahaya lilin yang menyalakan imajinasi liar. Apalagi kisah yang berbalut dogma religius, benar-benar vitamin otak!

Namun sayangnya menjelang akhir cerita terdapat beberapa jalinan yang saya rasa hilang. Ada part-part yang jadi tidak masuk akal. Misalnya saat  tiba-tiba Natalie (teman Sarah) menelepon J.C. tanpa ada penjelasan yang memuaskan. Ini yang mengurangi klimaks cerita bagi saya. 

Tentang Penulis:


Luis Miguel Rocha adalah penulis, produser, dan penulis skenario berkebangsaan Portugal yang lahir pada 1976 di Porto. 

Bibliography:


The Last Pope; (Paus Terakhir); 2006
The Holy Bullet; 2007



Dapatkan penawaran menarik untuk The Last Pope di sini

Monday, May 30, 2016

Pidi Baiq: Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990)

Genre: Roman Remaja
Pengarang: Pidi Baiq
Penerbit Hak Cipta: PT. Mizan Pustaka, Bandung
Penerbit Terjemahan: -
Penerjemah: -
Penyunting: Andika Budiman
Tahun Penerbitan Hak Cipta:2014
Tahun Penerbitan Terjemahan:-
Halaman:348
Ukuran Buku: 14 x 20,5 cm
ISBN: 978-602-7870-86-4

Rating: 3 (bagus, cukup menghibur!)

"Cinta itu indah. Jika bagimu tidak, mungkin karena salah milih pasangan"

 

Sinopsis:

 

Milea Adnan Hussain, gadis pindahan dari Jakarta yang terpikat oleh Dilan. Dilan yang cuek, semaunya sendiri, tapi begitu menarik perhatian Milea. Berdua kisah mereka terjalin dengan sederhana, dengan kepolosan anak SMA tahun 90-an di Bandung. Bagaimana liku-liku hubungan Milea dengan Dilan? Akankah cinta Milea dan Dilan bersatu? 

 

Reviu:

 

Menyegarkan. Pidi Baiq bukan muka baru dalam dunia tulis menulis novel, namun lewat Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990), nama Pidi Baiq melambung sebagai penulis novel remaja yang paling dicari saat ini. Bandingannya mungkin adalah Hilman Hariwijaya (penulis novel laris Lupus) di tahun 1990-an. Sebagai sarjana seni lulusan ITB, gaya bertutur Pidi Baiq bisa dibilang renyah dan sederhana, tetapi penuh makna tersirat yang mendalam. 

Dilan itu semaunya sendiri. Jika Milea menganggap demikian, Milea bukan satu-satunya. Saya pun menganggapnya seperti itu. Tidak jauh dengan karakter Pidi Baiq di dunia nyata. Bahkan saya bertanya-tanya, jangan-jangan  Dilan adalah kisah nyata Pidi Baiq jaman SMA! Saya pernah berkesempatan mendapat sedikit ilmu tulis menulis dari Pidi Baiq Agustus 2015 lalu, hasilnya: semakin bingung dengan ilmu tulis menulisnya he he. Efek sampingnya, saya mendapat banyak pelajaran hidup dari living philosopher, the one and only Surayah Pidi Baiq.

Menulis tidak perlu dipikir, di plot, di ancang-ancang. Tulislah apa yang kamu mau. Jangan menulis untuk mengikuti kemauan orang lain, menulislah untuk menunjukkan siapa kamu sebenarnya. 


Tentang Penulis:


Pidi Baiq adalah seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus. 

Bibliography:


Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990); 2014
Dilan Bagian Kedua (Dia Adalah Dilanku Tahun 1991)
Drunken Monster (Kumpulan Kisah Tidak Teladan)
Drunken Molen (Kumpulan Kisah Tidak Teladan)
Drunken Mama (Keluarga Besar Kumpulan Kisah-kisah Non Teladan)
Drunken Marmut (Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan)
Al-Asbun Manfaatulngawur
at-Twitter (Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya)
S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun
Bandung, Pahlawan Pembela Kebetulan: Kasus Tikus Tarka
Hanya Salju Dan Pisau Batu 
Doa Tiga Ekor Ulat Dan Empat Dongeng Asyik Lainnya


Dapatkan penawaran menarik untuk Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990)di sini